Kebodohan Nalar dalam Kasus Dimas Kanjeng

1:20 PM


Apa jadinya kalau kita dikasih kesempatan untuk menggandakan uang secara instan? Mau dicoba? Atau menolak?

Kalau lo langsung ngejawab - apapun itu, gue anggap lo berpeluang terjerumus ke dalam kesaktian Dimas Kanjeng.

Orang Serakah

Hal-hal yang dilakuin oleh Dimas Kanjeng itu di luar akal sehat. Iya gak sih? Jauh sebelum gue coba menggali lebih dalam soal kasus Dimas Kanjeng, gue udah bingung gimana cara kerja dia dan gimana akhirnya banyak orang bisa ketipu di era yang sangat modern dan beradab ini. Okelah kalo Dimas Kanjeng berkuasa di zaman sebelum ada listrik. Gue yakin hal-hal gaib yang dia lakuin punya daya sebar yang lebih masif dan lebih mudah untuk dipercaya. Tapi zaman sekarang kan udah pake smartphone semua, masa gak bisa kroscek hal-hal aneh kayak gitu sih. Heran.

Setelah mencoba menerima dengan nalar, satu hal yang gue sadar, ternyata keserakahan adalah kunci di balik kasus Dimas Kanjeng.

Menjadi kaum terdidik dengan edukasi mumpuni ternyata gak menjamin seseorang untuk lebih bijak menerima rejeki. Bahkan, berkembangnya zaman juga membuat orang serakah semakin banyak. Semua orang pengen jadi kaya. Bahkan di antara 23 ribu orang yang jadi korban, ada salah satu pengikut Dimas Kanjeng yang udah nyetor hampir 200 milyar dan berharap digandain.

Gila, 200 milyar itu udah banyak. Ngapain mau digandain? Ini jelas murni soal serakah.

Tanpa ngejudge secara berlebih, harus diakui kita semua secara gak sadar memang berusaha untuk jadi kaya. Meskipun 'kadar' kekayaan yang jadi target masing-masing orang berbeda, tapi pada dasarnya kita semua ingin tercukupi dalam hal apapun, dan itu kadang perlu uang. Sayangnya, banyak yang mau kaya secara instan.

Bertanya Dulu

Tapi yang jadi perhatian gue, orang-orang yang ketipu itu gak bertanya ya sebelum terjerumus? Apa mereka termakan aksi magis Dimas Kanjeng secara mentah-mentah dan mengesampingkan logika?

Andaikan gue mudah dibujuk dan terlampau serakah, pertama gue gak akan bertanya soal caranya. Gue mau tanya soal nomor seri yang ada di tiap uangnya. Kalau lembaran uang itu datang dari dia, apa bener Rupiah yang dikeluarin itu resmi punya pemerintah? Kalo iya pasti nomor serinya sesuai dan tercatat. Ini mungkin terdengar sok teliti, tapi uang itu kan alat pembayaran yang dibuat pemerintah. Jadi aneh kalau digandain tapi murni dengan kekuatan magis, Kalo emas beda cerita.

Untuk masalah teknis ya pasti gak dijawab lah. Anggap aja Dimas Kanjeng itu pesulap. Mana mungkin dia ngasih tau teknik rahasia dia. Lagian itu udah pasti "tipu-tipu" kali. Haha.

Seperti kata Adriano Qalbi di Podcast Awal Minggu, kalo Dimas Kanjeng itu beneran bisa menggandakan uang, kenapa dia gak mencari posisi kekuasaan yang lebih tinggi atau berusaha bayarin hutang Indonesia?

Yang jadi pengikutnya pernah mikir soal gini gak sih? Haha


Kebodohan Nalar

Tulisan gue ini memang terasa penuh kekesalan, tapi apa daya, kebodohan nalar sebagian orang Indonesia terbukti masih mengerikan. Gak usah jauh-jauh pake analogi korban penipuan Dimas Kanjeng, contoh kecil lainnya adalah para pengguna facebook dan line yang masih percaya kalau ngeklik like atau ngasih komen di sebuah post bisa bawa dia ke surga. It's just hilariously stupid.

Meskipun gak ada data konkritnya, gue yakin ada banyak pengikut Dimas Kanjeng yang punya jabatan di pemerintahan, yang kemudian merasa ditipu tapi gak mau tampil ke publik. Karena apa? Karena mereka akan terlihat bodoh di depan masyarakat. Ini penting untuk ditunggu, siapa tau ada anggota DPR yang juga jadi korban.

Sejauh ini baru satu orang politikus yang gue tau jadi pengikut Dimas Kanjeng yaitu Marwah Daud. Dia adalah politikus Partai Gerindra dan anggota Dewan pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia, ICMI. Parahnya dia adalah salah satu pengikut yang masih membela Dimas Kanjeng sampai sekarang. Gokil gak?

Hal menggelitik lain dalam kasus Dimas Kanjeng sebenernya ada di tindak kriminalnya. Dia sekarang udah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan salah satu pengikutnya. Yang jadi pertanyaan, kenapa bukan masalah penipuan yang dikejar oleh pihak berwajib sejak jauh-jauh hari? Pembunuhan yang diduga dilakukan oleh Dimas Kanjeng ini kan motifnya karena si korban mau membeberkan rahasia Dimas Kanjeng. Menurut gue harusnya Polisi dan institusi lainnya udah sadar penipuan masal ini sejak lama, bukan menangkap setelah adanya kasus pembunuhan.

Akhir kata, gue rasa kasus Dimas Kanjeng ini refleksi kurang meratanya edukasi nilai luhur bersusah payah di Indonesia. Pendidikan tinggi bukan jadi jaminan, tapi moral dan juga batas keserakahan mungkin salah satu poin yang belum dijunjung masyarakat Indonesia. Dimas Kanjeng tahu akan hal ini, dan dia adalah orang oportunis yang memanfaatkan keserakahan orang-orang pencari harta secara instan.

Untuk ulasan lebih ilmiah, ada tulisan bagus kenapa Dimas Kanjeng bisa meraih banyak pengikut yang ditulis oleh BBC Indonesia. Silakan baca di sini.

You Might Also Like

0 comments