Story of OKMB!

1:08 PM

'Setelah menunggu berbulan-bulan, akhirnya gue sah/resmi/diakui menjadi mahasiswa IM Telkom juga! Thanks God, Kau telah membantuku melewati ospek yang menyeramkan menyenangkan itu.
Kali ini gue bakal menceritakan bagaimana ospek atau OKMB yang telah gue lewatin.
Untuk menjadi mahasiswa IM Telkom, para mahasiswa baru (maba) wajib mengikuti kegiatan ospek atau OKMB. Nah untuk mengikuti OKMB itu para maba diharuskan membawa barang-barang yang telah ditentukan oleh para panitia dan juga seragamnya. Mau tau, apa aja barang-barangnya? karena sangaaaaat banyak, klik aja www.okmb2011.tumblr.com, you'll find something funny, and riddiculous again. 
Oh iya, sebelum gue cerita panjang lebar tentang OKMB 2011 itu, gue mau pamer dulu kalo gue foto bareng Kim Kurniawan, pemain timnas U-23. 

Mirip kan? Jangan dijawab
Itu gue foto di Bandara Soekarno Hatta. Setelah gue foto bareng Kim, ada orang yang nanya gue.


"Mas, itu anak band ya? Band apa mas?"


Gue bingung abis, orang itu mungkin tinggal di goa kali ya. Kalo aja Kim denger, bisa langsung di sliding tuh.


Nah, lanjut lagi cerita OKMB 2011 nya. Kalo kalian udah baca ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk mengikuti OKMB 2011, kalian pasti seneng. Karena gue disuruh botak 1cm, yap 1cm. Dengan berat hati gue harus mengambil sarang walet yang selalu menempel di kepala gue, dan menjualnya.
Gue pun potong rambut.
Alien yang skin head
Gue diwajibkan pas foto dengan ukuran 2R untuk nantinya dipasang di name tag gue, miris. Name tag terbuat dari kertas yang dilaminasi dan dilapisi kardus. dengan background logo IM Telkom serta bertalikan tali rafia 3 warna yang dikepang.
made by me.


Name tag itu wajib dipakai saat kegiatan OKMB berlangsung. Dan kalo push up, name tag itu ga boleh menyentuh tanah. Loh, push up??


Sebelum kegiatan OKMB 2011 dilaksanakan, para maba sesuai jurusannya mengikuti kegiatan pengenalan jurusan masing-masing. Gue sebagai mahasiswa baru jurusan ilmu komunikasi pun mendapatkan banyak info atau pengetahuan baru di jurusan gue. Di hari pertama kami diperkenalkan oleh dekan, dan dosen-dosen dari prodi Ilmu Komunikasi dan Desain Komunikasi Visual. Karena jurusan gue berada di bawah Fakultas (kalo di IMT disebut sekolah) yang sama  dengan jurusan Desain Komunikasi Visual. Hari itu kami para mahasiswa baru jurusan Ilmu Komunikasi diajak oleh akang-akang dan teteh-teteh BEM mengelilingi studio-studio yang berada di kampus. Ada studio broadcast, studio radio, studio fotografi, dan masih banyak lagi. Keren kan? IM Telkom. Nah, di hari kedua kami disuruh datang pada acara Super H.O.T (Honourable, Out of The box, Talented), sebuah acara penganugrahan film-film pendek karya mahasiswa-mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi. Pokoknya seru abis deh, banyak kategori yang super. Semua filmnya menarik, dan membuatku semakin membara untuk menjadi Sutradara! Dan pokoknya gue harus bisa menang Film Pendek Terbaik suatu saat nanti di IM Telkom.


Hari OKMB pun tiba. Kami para maba atau peserta OKMB 2011 diwajibkan datang jam 5 pagi, that was so cool. Setelah gue dan temen-temen gue siap, kami pun lalu berangkat.


"woooii, cepat lari!!!!" teriak seorang laki-laki berpakaian serba hitam.


Karena gue kaget, gue pun langsung lari terbirit-birit mengikuti perintah orang itu. Setelah gue berpapasan dengan orang itu, gue lihat tulisan "TATIB" pada lengan mereka. Tentu saja kepanjangannya pasti Tata Tertib. Dan Ternyata adalah para senior yang berada pada "kasta" teratas, mereka yang menertibkan para maba untuk lebih cepat dalam segala mobilitas dan mereka mendidik kami para maba dalam segi attitude.. Tapi mereka lebih terlihat seperti Dementor yang sedang berterbangan mencari mangsa. TATIB adalah divisi panitia OKMB yang paling lucu, imut, unyu-unyu deh (fake) jadi kami pasti tidak suka. Kerjaannya ngebentak semua maba untuk lebih sopan terhadap senior dan menghormati mereka. Yah pokoknya pemeran antagonis dalam OKMB.
Nah, saat gue tiba di gerbang kampus, ternyata para TATIB itu makin bertambah jumlahnya. Dan pas gue masuk gerbang, ada banyak akang dan teteh pendamping kelompok yang berteriak nomor kelompoknya. Gue mencari kelompok gue, yaitu kelompok 6. Para akang dan teteh itu adalah malaikat penyelamat yang datang dari surga untuk menyemangati kami dari serbuan TATIB yang unyu. Thanks buat akang dan teteh pendamping kelompok gue.
Kegiatan OKMB pun gue jalanin. Penuh dengan keramaian dan ketakutan. Sumpah gue ngerasa seperti alien bertopi biru yang sedang berinvasi di planet baru yang sedang bertempur melawan dementor-dementor. Karena kami disuruh menggunakan aseupan (penutup penanak nasi yang terbuat dari bambu). Jadi saat itu ada ribuan maba yang menggunakan aseupan, bahkan yang cowo lagi botak. Alien banget.
Satu hari itu rasanya lama banget, apalagi gue ga sempet sarapan. Gue sangat menunggu jam sarapan, tapi lagi-lagi TATIB bertindak. Kami disuruh makan dalam 5 menit tanpa minum, lalu minum dalam 5 detik. Sumpah gila abis.
Saat pulang kami semakin diberi semangat oleh para panitia.


"Semangat ya, semangat! jangan galau-galau lagi!" kata teteh panitia.


Gue bingung kenapa tu teteh bisa tau.




Hari kedua berjalan lebih seru, karena banyak games dan kegiatan-kegiatan lainnya. Kami para maba atau peserta diberi buku OKMB 2011.
cover depan.


foto para panitia.
Tema pada OKMB 2011 adalah Spirit of togetherness, yang berjudul POWER 2011. Power adalah singkatan dari Passion, Optimistic, Wise, Expert, dan Responsibility. Di dalam buku itu terdapat penjelasan mengenai OKMB 2011, pasal-pasal, nama panitia, jingle-jingle dan banyak lagi. Selebihnya di hari kedua berjalan kurang lebih dari hari pertama.


Hari ketiga berjalan lebih menyenangkan ketimbang hari-hari sebelumnya. Kami di jemur di lapangan dan berdiri seperti pasukan alien yang lagi ditawan. Para TATIB semakin menggila dalam tugasnya, dan kami pun semakin ketakutan. Untung gue masang muka polos, jadi ga sering dimarahin. Hari itu kami diperlakukan seperti maling yang gagal mencuri lalu minta maaf tapi terus disiksa. Pertama gue kira disiksa (push up dll, bukan dicambuk) itu tujuannya hanya mengerjai para maba. Namun akhirnya gue sadar, kita harus menghormati semua orang, menghormati siapapun yang kita lewati. Karena IMT berada di tanah pasundan, jadi sebutan permisi adalah Punten. Kata punten itu yang diinsepsikan oleh para senior ke otak kami. Terbukti sangat ampuh, gue pun mulai terbiasa mengucapkan kata itu. Bahkan temen gue sampe ngelindur.


"Punten akang, punten teteh..."


terbukti ampuh bukan.


OKMB hari ke tiga dilakukan sampai malam hari. Kami disuruh memakai jaket dan kupluk, supaya ga kedinginan. Pada malam puncak itu kami menyaksikan kembang api yang meriah serta penutupan yang sangat keren. I swear that i won't and can't forget those moments.
OKMB telah berakhir, tidak ada lagi teriakan POWER 2011! IMT! IMT! IMT!


Sebenernya masih banyak cerita yang belum gue bagi di sini, tapi kayanya terlalu panjang untuk diceritakan. Karena setiap detik dalam OKMB itu sangat berkesan buat gue.
Dan buat kalimat terakhir
Kami Satu! Kami Sama!

You Might Also Like

0 comments