Kehilangan? Bukan.

8:27 AM

Siang itu ibu gue nelpon, seperti biasanya.


'Mas, kenapa tadi gak bisa ditelpon?'
'Oh, tadi hapenya lagi di-charge, gak kedengeran. kenapa?'
'Gak papa... Mas, motor mio hilang'
'HAH, KOK BISA!???'
'Jadi. blablablablablabla.......... yaudah ini mamak sama bapak mau ke kantor polisi dulu'

Setelah gue nerima telpon itu, gue langsung ngetweet

'Kalo malingnya ketangkep, dibakar juga halal kali. HELL'

Maklum, namanya juga lagi panas kan ya. Motor yang udah berapa kali gue tabrakin ke benda diem maupun bergerak, tiba2 hilang gitu aja. Motor mio itu bukan motor satu2nya di rumah gue sih emang, tapi tetep aja kalo kehilangan benda mahal dan sangat dibutuhkan kayak gitu rasanya gak enak. Gue bakal kepikiran ampe berbulan-bulan, mungkin selamanya.
3 jam kemudian... gue lupa ama motor mio gue yang hilang itu.


Malam harinya, ijul temen gue yang berantakan itu dateng ke kos gue.

'Mus, liat dompet gue gak?'
'gak jul. udah nyari di kosan lo?
'udah, tadi sambil ngebersihin kamar. gak ketemu juga'
'yaudah cari aja dulu di bawah kasur (kasur gue), siapa tau jatoh'
'iya'

Ijul pun mencari2 dompetnya yang hilang itu di sekitar kamar gue. Dia mencarinya hingga ke pojokan kamar gue, bahkan selokan tetangga juga diobok2. Gue emang tau kalo dompetnya ijul hilang kemaren siang. Tapi karena dianya cuek2 aja, gue jadi ngerasa dompetnya itu bakal ketemu juga nantinya. Tapi, dompetnya belum ketemu hingga malam hari. Dompet memang merepotkan.

'Kok gak ketemu ya, duit udah habis lagi'
'Coba inget2 lagi'
'Yaudah, gue balik ke kosan dulu bentar' (dengan nada frustasi dan hopeless)

Ijul pun balik ke kosannya, dengan harapan nemuin dompetnya. Beberapa menit kemudian Ijul kembali ke kosan gue dengan sebungkus makanan.

'ketemu, jul?'
'ketemu, hehehehe di atas laptop'
'BEGO'
'Rasanya dunia kembali setelah dompet ketemu, hahahaha'

Memang, kalo kita udah nemuin benda kesayangan atau benda penting kita setelah hilang itu rasanya lega banget. Gue bisa bayangin, tapi gue gak bisa ngerasain. Gue jadi teringat mio gue yang hilang itu... ah sudahlah.

Jam 5 pagi, ibu gue nelpon

'Haloo~' gue angkat dengan nada ngantuk
'Motornya udah ketemu, mas'
'KAPAN? SIAPA YANG MALING?' gue jadi berapi2
'itu cucu tetangga yang masih kecil'
'yang mana?'
'yang blablablablablabla dia malingnya pas blablablabla'
'Oh yang itu (padahal gue gak tau), kok bisa dia maling?'
'katanya dia pengen punya motor, dan gak dibolehin orang tuanya. Sekarang mamak malah tambah bingung, mas'
'Loh kok malah tambah bingung? kan motornya udah ketemu'
'bukannya gitu, mamak jadi kasian sama anak kecil itu. Soalnya kan kemaren udah ngadu ke kantor polisi, jadinya sekarang anaknya ditahan di sel'
'ya mau gimana lagi, dia kan salah'
'iya, tapi  mamak bisa ngerasain jadi ibunya anak itu. Kasian, tiap ibu kan pengen anaknya pinter, bukannya ditahan. Apalagi orang2 udah pada tau, pasti malu kan'
'Yaudah, aduan di kantor polisinya dicabut aja'
'Gak bisa, tadi malem bapakmu yang nganter anak itu ke kantor polisi, sekalian cabut pengaduan. Sekalinya gak bisa. Mamak jadi gak enak sama orang tuanya'
'Iya sih, itu udah masuk kriminal soalnya'
'Yaudah, kamu sholat dulu sana'
'iya'

Setelah gue nerima telpon itu gue jadi berpikir keras soal arti kehilangan. Di satu sisi, ketika kita kehilangan sesuatu, kita bakal berapi2 dalam kemarahan dan ketidakstabilan dalam berpikir yang pada akhirnya usaha untuk menemukan sesuatu yang hilang itu bakal sia2 karena kita tidak berpikir jernih, seperti ijul dan dompetnya. 
Beda lagi soal mio gue yang hilang itu. Gue rasa, ada sebab yang menjadikan sesuatu yang kita sayangi itu menghilang. Poin besar yang bisa gue ambil dari mio gue itu adalah..
Kehilangan dari satu sisi bisa menjadi bencana, tapi di lain sisi kita harus belajar dari alasan kehilangan itu. Positif atau negatif, semuanya punya makna yang penting. Orang tua anak itu mungkin harus lebih memperhatikan anaknya, memberikan batasan yang pantas dan masuk akal, bukannya mengekang dan mengotoriter. Gue juga jadi ngerasa malu dengan tweet gue setelah kehilangan itu. Gue harus berpikir lebih realistis dan berusaha untuk tidak mengeluarkan umpatan2 yang sebenernya gak penting. Kembalinya sesuatu yang hilang itu mungkin tidak selalu bahagia, seperti ibu gue yang makin bingung dengan masalah anak kecil itu.

Dunia penuh kata kehilangan dan kehilangan memang menyebalkan. Iya, menyebalkan.

You Might Also Like

0 comments